Breaking News

TIGA KRU BALIMAN BELUM DITEMUKAN, OPERASI SAR DIPERLUAS KE UDARA


Dari Mati Mesin hingga Pencarian di Perairan Nusa Penida–Nusa Lembongan, Koordinasi Lintas Instansi Terus Berjalan

Bali–MedanPers.Id Laut di antara Nusa Penida dan Nusa Lembongan masih menyimpan tanda tanya. Tiga kru kapal mancing Baliman, masing-masing dua anak buah kapal dan seorang nakhoda, hingga perkembangan terakhir masih belum ditemukan setelah kapal yang mereka tumpangi dilaporkan mengalami mati mesin.

Peristiwa tersebut bermula dari laporan yang diterima Asosiasi Galangan Samudra Indonesia (AGSI) dari Pasek, warga Tanjung Benoa. Laporan itu kemudian segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan unsur Basarnas, TNI AL, KSOP dan Polairud.

Menurut Ketua AGSI Alif Fian Nurcahyamto, laporan awal menyebutkan kapal Baliman membawa 12 orang, terdiri atas sembilan penumpang asal Swedia, dua ABK dan seorang nakhoda.

Persoalan pertama berhasil diselesaikan. Sembilan penumpang asal Swedia berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.00 WITA dan dilaporkan selamat.

Tetapi tiga orang lainnya masih berada di kapal.

Pada sekitar pukul 19.30 WITA, keberadaan tiga kru tersebut kembali dipastikan masih menjadi bagian dari persoalan yang harus segera ditangani.

Pencarian Malam Tidak Membawa Hasil

Operasi pencarian kemudian digelar pada malam hari.

Basarnas bersama unsur TNI AL dan Polairud melakukan penyisiran mulai sekitar 21.00 WITA hingga 23.30 WITA.

Namun pencarian malam itu belum menemukan tiga kru yang dicari.

Operasi kemudian dihentikan sementara dengan pertimbangan keselamatan tim. Berdasarkan laporan AGSI, bahan bakar armada tim evakuasi tersisa sekitar 40 persen, sehingga pencarian tidak dipaksakan berlanjut dalam kondisi malam.

Pagi harinya, operasi kembali digerakkan.

Sekitar pukul 09.00 WITA, penyisiran dilakukan menggunakan KN Arjuna. Namun sampai laporan perkembangan diterima, pencarian melalui jalur laut masih belum membuahkan hasil.

Laut Disisir, Udara Dikerahkan

Ketika penyisiran laut belum memberikan titik terang, strategi pencarian diperluas.

Helikopter SGI milik Basarnas dikerahkan untuk melakukan penyisiran udara di wilayah yang menjadi area pencarian.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa operasi tidak berhenti pada satu metode. Jalur laut dan udara digunakan untuk memperbesar peluang menemukan keberadaan tiga kru.

Namun hingga laporan ini ditulis, belum ada informasi resmi bahwa ketiga kru telah ditemukan.

AGSI Terus Mengawal

Sekretaris Umum AGSI Febri Hantari, S.H., menyampaikan bahwa pihak asosiasi tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder yang menangani operasi.

AGSI juga menerima amanat dari Jro Bendesa Tanjung Benoa, I Made Wijaya, agar proses pencarian terus dikawal.

Pesan tersebut menjadi bagian dari dorongan masyarakat agar pencarian tidak berhenti sebelum ada kepastian mengenai nasib tiga kru Baliman.

Fakta yang Harus Dijaga

Dalam situasi operasi SAR, informasi yang belum terverifikasi tidak boleh berubah menjadi kesimpulan.

Fakta yang tersedia saat ini adalah sembilan penumpang telah berhasil dievakuasi, sementara tiga kru masih dalam pencarian.

Karena itu, informasi mengenai posisi terakhir kapal, koordinat pencarian, komunikasi terakhir dengan kru, kondisi kapal, serta kemungkinan penyebab kapal tidak lagi dapat ditemukan masih harus menunggu keterangan resmi dari otoritas terkait.

WartaGlobal mencatat: persoalan ini bukan semata-mata tentang kapal yang mengalami mati mesin. Di balik operasi pencarian terdapat tiga manusia yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Maka ukurannya sederhana: pencarian harus cepat, koordinasi harus kuat, dan setiap informasi harus berdasarkan fakta.

Afkan.
© Copyright 2022 - MEDAN PERS