Breaking News

Saksikan Pesta Adat di Pulau Hiri, Wamen Transmigrasi Viva Yoga Dorong Pelestarian Budaya Kesultanan Ternate


Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menghadiri pesta adat masyarakat di Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara.,Poto netti

Ternate, Maluku Utara — MedanPers.Id

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menghadiri pesta adat masyarakat di Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung kekayaan budaya dan tradisi masyarakat yang masih dipertahankan hingga kini.

Viva Yoga mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Hiri. Ia menyebut pulau tersebut memiliki keindahan alam yang khas, termasuk pemandangan Gunung Gamalama dari kawasan pulau.

"Pulau yang indah, dari sini bisa melihat keagungan Gunung Gamalama," ujar Viva Yoga.

Kehadiran Wamen Transmigrasi di Pulau Hiri berlangsung dalam rangka menyaksikan pesta adat masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut ditampilkan sejumlah kesenian tradisional, di antaranya Tari Salai Jin yang merupakan bagian dari tradisi Kesultanan Ternate dan dilaksanakan secara berkala setiap empat tahun.

Selain Tari Salai Jin, masyarakat juga menampilkan kesenian bambu gila, salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Maluku dan Maluku Utara.

Adat dan Budaya sebagai Identitas Masyarakat

Dalam sambutannya, Viva Yoga menegaskan bahwa adat dan budaya memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, adat dan budaya tidak sekadar menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun hubungan antara manusia, masyarakat, dan lingkungan.

"Adat dan budaya merupakan pola bagaimana mengatur hubungan dengan sesama manusia, masyarakat, dan alam semesta," katanya.

Ia menyebut kekayaan budaya Indonesia tercermin melalui beragam tradisi, ritual, kuliner, bahasa, hingga seni yang berkembang di berbagai daerah.

Keragaman tersebut, menurut Viva Yoga, merupakan kekayaan nasional yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Indonesia memiliki ribuan pulau, bahasa daerah, suku, serta tradisi dan keyakinan yang beragam. Keragaman tersebut menjadi bagian dari identitas bangsa yang dipersatukan dalam satu negara.

"Meski beragam, kita berkomitmen membentuk satu bangsa. Satu bangsa, satu negara, bernama Indonesia," tegasnya.

Kesultanan Ternate dan Warisan Budaya

Viva Yoga juga menyoroti peran Kesultanan Ternate dalam menjaga tradisi dan kebudayaan masyarakat Maluku Utara.

Menurutnya, keberadaan Kesultanan Ternate merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Tradisi, bahasa, kuliner, seni, serta nilai-nilai sosial yang masih hidup di tengah masyarakat merupakan warisan yang memiliki nilai historis dan budaya.

Ia mendorong agar kekayaan tersebut terus dilestarikan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Kekayaan dari Kesultanan Ternate kita jaga, bahkan dimodifikasi secara digital agar lestari hingga bisa menjadi catatan dunia," ujarnya.

Menurut Viva Yoga, pelestarian budaya tidak berarti membekukan tradisi. Sebaliknya, budaya dapat dikembangkan dengan tetap mempertahankan nilai dan identitas aslinya sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Upaya tersebut dinilai penting agar generasi muda tetap mengenal sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.

Kawasan Transmigrasi Maluku Utara Berpotensi Diperkuat

Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga juga menyinggung peran Maluku Utara dalam pembangunan kawasan transmigrasi.

Bagi Kementerian Transmigrasi, kawasan transmigrasi di Maluku Utara memiliki posisi strategis, termasuk dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Sejumlah kawasan transmigrasi yang disebut antara lain Morotai di Kabupaten Pulau Morotai, Patlean di Kabupaten Halmahera Timur, Sagea-Waleh di Kabupaten Halmahera Tengah, Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan, Payahe di Kota Tidore Kepulauan, Mangoli di Kabupaten Kepulauan Sula, Toliwang di Kabupaten Halmahera Utara, Nusliku di Kabupaten Halmahera Selatan, serta Maba di Kabupaten Halmahera Timur.

Kawasan-kawasan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Viva Yoga mengatakan Kementerian Transmigrasi mendorong peningkatan produktivitas hasil panen di kawasan transmigrasi. Pemerintah, lanjutnya, akan berupaya merealisasikan berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.

"Sehingga apa yang dibutuhkan dari kawasan transmigrasi akan kita realisasikan," ujarnya.

Menjaga Budaya, Menguatkan Pembangunan

Kunjungan Wamen Transmigrasi ke Pulau Hiri memperlihatkan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan identitas budaya.

Pelestarian adat, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan produktivitas kawasan transmigrasi, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian yang dapat berjalan beriringan.

Pulau Hiri dan Kesultanan Ternate menjadi salah satu gambaran bahwa kekayaan budaya daerah merupakan bagian tidak terpisahkan dari identitas Indonesia.

Budaya diwariskan dari generasi ke generasi, sementara pembangunan memastikan masyarakat yang menjaganya dapat hidup semakin sejahtera.

Catatan redaksi: Materi awal mencantumkan tanggal 22 Agustus 2027. Karena tanggal tersebut berada setelah tanggal saat ini, redaksi perlu memastikan kembali tahun kegiatan sebelum publikasi.

© Copyright 2022 - MEDAN PERS