MALUT, MedanPers.id – Peringatan Hari Lahir (Harla) ke-5 Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen perjuangan politik dalam mewujudkan keadilan sosial, kedaulatan nasional, dan kesejahteraan rakyat. Senin 01/06.
Hal tersebut disampaikan Petugas Politik DPW PRIMA Maluku Utara, Asri Muhammad, dalam refleksi Hari Lahir ke-5 PRIMA yang diperingati tahun ini.
Menurut Asri, lima tahun perjalanan PRIMA telah menunjukkan konsistensi partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama kelompok masyarakat yang masih menghadapi ketimpangan akses terhadap sumber daya ekonomi, politik, dan pembangunan.
“PRIMA hadir sebagai instrumen politik yang berpihak kepada rakyat. Lima tahun ini menjadi bukti bahwa perjuangan politik harus terus diarahkan untuk memastikan pembangunan berjalan seiring dengan prinsip keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila dan UUD 1945,” ujar Asri.
Ia menjelaskan, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kemampuan negara menciptakan pemerataan kesejahteraan, memperkuat demokrasi substantif, serta menjamin hak-hak dasar seluruh warga negara.
Di tengah berbagai agenda strategis nasional, seperti penguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, dan kemandirian ekonomi, PRIMA memandang bahwa setiap kebijakan harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Karena itu, Harla ke-5 PRIMA dijadikan momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi di semua tingkatan. Konsolidasi tersebut tidak hanya menyangkut penguatan struktur partai, tetapi juga peningkatan kapasitas kader, pendalaman ideologi, perluasan basis sosial, dan penguatan kemampuan organisasi dalam merespons berbagai persoalan rakyat.
“Aspek terpenting dari perjuangan politik adalah kehadiran nyata di tengah masyarakat. Kader PRIMA harus menjadi penggerak perubahan, membangun kesadaran politik rakyat, memperjuangkan hak-hak masyarakat, serta menjadi jembatan antara kebutuhan rakyat dan kebijakan negara,” katanya.
Asri juga menegaskan bahwa transformasi nasional yang saat ini berlangsung harus menjadi momentum untuk mempercepat perubahan yang berpihak kepada rakyat. Menurutnya, semangat yang selama ini digaungkan bahwa “revolusi telah dimulai dari istana” harus dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat kerja-kerja pembangunan, produktivitas, dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“Tugas kader PRIMA adalah memastikan agenda perubahan tidak berhenti di tingkat elite, tetapi benar-benar dirasakan oleh petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, pemuda, perempuan, masyarakat adat, dan seluruh lapisan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Asri mengajak seluruh kader dan simpatisan PRIMA untuk memperkuat solidaritas, disiplin organisasi, pendidikan politik, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai modal utama menghadapi fase perjuangan politik berikutnya.
“Harla ke-5 PRIMA harus menjadi titik tolak untuk memperbesar peran partai dalam mengawal agenda transformasi nasional. Dengan semangat persatuan, keberanian, dan pengabdian kepada rakyat, kita optimistis dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, maju, dan bermartabat,” tutup Asri.
Redaksi :
Social Header