Breaking News

Cerutu Lokal Indonesia Siap Mendunia



Denpasar — Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama industri tembakau dunia dalam ajang Intertabak Jerman, pameran tembakau internasional bergengsi yang menjadi barometer pasar global. Posisi tersebut diperkuat dengan capaian Indonesia sebagai negara pengekspor tembakau terbesar di dunia, serta kontribusi penerimaan negara dari sektor cukai yang menembus lebih dari Rp324 miliar. Momentum ini dinilai menjadi pijakan strategis untuk mengolaborasikan petani tembakau nasional dengan kreativitas industri dan pelaku UMKM Bali agar mampu bersaing di pasar ekspor.

Senator sekaligus Ketua Badan Promosi Bali, Wika, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengembangan produk cerutu dalam negeri. Ia menyoroti besarnya pangsa pasar yang tersedia, mengingat Bali menerima sekitar 16 juta kunjungan turis sepanjang tahun lalu, terdiri dari 7 juta wisatawan asing dan kurang lebih 9 juta wisatawan domestik. Menurutnya, produk cerutu Indonesia tidak kalah kualitas dibandingkan produk impor dari Kuba maupun Amerika, sehingga sudah saatnya pasar domestik lebih memanfaatkan tembakau lokal yang dikemas secara profesional. Ia juga mendukung penuh gelaran Indonesia Cigar Festival (ICF) yang pertama kali digelar sebagai wadah edukasi dan promosi bagi UMKM.

Penyelenggaraan ICF menargetkan perluasan pasar hingga ke mancanegara, dengan menjadikan Bali sebagai pusat industri cerutu Asia. Panitia mencatat sejumlah peluang kerja sama ekspor yang tengah dijajaki, termasuk dengan Timor Leste, Rusia, China, dan India, yang akan ditindaklanjuti melalui pertemuan delegasi ASEAN di Serangan pada 3 Oktober. Selain itu, sejumlah pelaku usaha Bali yang tergabung dalam enam brand lokal telah mengikuti Intertabak Jerman bersama PTPN dari Sumatera. ICF diharapkan mampu menyatukan seluruh pemangku kepentingan—mulai dari petani, produsen, pelaku UMKM, hingga pemerintah—guna mendorong cerutu Indonesia naik kelas dan bersaing di pasar global. WITA 

© Copyright 2022 - MEDAN PERS