Breaking News

IAWP 2026: Ketika Polwan Dunia Berbaris di Renon, Bali Menjadi Panggung Kepemimpinan Perempuan Global


Poto Istimewa 

DENPASAR Bali-MedanPers.Id

Ratusan polisi wanita dari 43 negara mengubah kawasan Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, menjadi panggung persahabatan kepolisian dunia melalui Parade of Nations IAWP 2026, Minggu (20/9/2026).

Dengan seragam kepolisian dari negara masing-masing dan bendera nasional di tangan, para delegasi berjalan dalam satu barisan. Marching band mengiringi defile, sementara masyarakat menyaksikan parade yang membawa atmosfer internasional ke jantung Kota Denpasar.

Parade tersebut dilepas bersama oleh Gubernur Bali dan Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, didampingi jajaran terkait.

Bagi Polri, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Parade menjadi ruang memperkenalkan keberagaman polisi wanita dunia sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan lintas negara.

“Parade of Nation ini memperkenalkan polisi-polisi wanita dunia dengan parade defile, tampilkan seragamnya, menunjukkan juga keakraban, kebersamaan antarpolisi wanita,” ujar Daniel.

Bukan Sekadar Parade

Di balik defile, terdapat pesan yang lebih substantif.

IAWP 2026 mengusung tema “Women Leading Global Change”. Sebanyak 464 delegasi dari 43 negara hadir dalam forum yang berlangsung di kawasan Nusa Dua, Badung, hingga 24 September 2026.

Agenda tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai kepemimpinan perempuan, perkembangan teknologi, penguatan kapasitas, serta jejaring dan kerja sama kepolisian wanita di tingkat internasional.

Artinya, parade di Renon merupakan bagian dari agenda yang lebih besar: memperkuat konektivitas profesional polisi wanita di tengah perubahan lingkungan keamanan yang semakin kompleks.

Ketika Polisi Dunia Bertemu Budaya Bali

IAWP 2026 juga membawa dimensi diplomasi budaya.

Para delegasi diperkenalkan dengan kesenian tradisional Bali. Salah satu yang menarik perhatian adalah Genjek dari Karangasem.

Sejumlah delegasi bahkan ikut mengikuti irama dan menari bersama.

Suasana tersebut memperlihatkan bagaimana kebudayaan dapat menjadi bahasa universal dalam membangun hubungan antarmanusia dan antarbangsa.

Bali tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan forum, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara institusi kepolisian internasional dengan identitas budaya Indonesia.

Indonesia dan Momentum yang Tertunda

Presiden IAWP Julia Jaeger menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IAWP 2026 di Bali.

Indonesia sebenarnya dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 2021. Namun, agenda tersebut tertunda akibat pandemi COVID-19.

“Kami terkesan dengan polisi wanita Polri yang sudah menyambut kami dengan baik dan bekerja keras mempersiapkan pertemuan ini,” tutur Julia di sela-sela pembukaan IAWP 2026 di Nusa Dua.

Penyelenggaraan tahun 2026 akhirnya membawa kembali agenda tersebut ke Indonesia, dengan Bali sebagai titik temu para polisi wanita dari berbagai penjuru dunia.

Catatan Jurnalis

Renon hari ini bukan sekadar ruang parade. Ia menjadi simbol perjumpaan.

Bendera berbeda, seragam berbeda, bahasa berbeda—namun berada dalam satu barisan.

Di tengah dunia kepolisian yang menghadapi perubahan teknologi, tuntutan profesionalisme, dan kebutuhan kerja sama lintas batas, keberadaan jejaring polisi wanita internasional menjadi bagian dari dinamika tersebut.

IAWP 2026 mempertemukan mereka bukan hanya untuk tampil di hadapan publik, tetapi untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring profesional.

Bali menjadi tuan rumah. Renon menjadi panggung. Perempuan polisi dunia membawa pesan tentang kepemimpinan, profesionalisme, dan kolaborasi melampaui batas negara.

Netti — Jurnalis Indonesia
WartaGlobal.Id

© Copyright 2022 - MEDAN PERS