Brunei Darussalam, MedanPers. Id
Sultan Hassanal Bolkiah menjadi sorotan saat menghadiri wisuda putrinya, Putri Ameerah Wardatul Bolkiah. Penampilan sederhana sang Sultan kontras dengan statusnya sebagai salah satu kepala negara terkaya di dunia.
Dalam foto yang beredar, Sultan terlihat mengenakan kemeja garis-garis dengan lengan digulung. Ia berdiri di samping putrinya tanpa jubah kebesaran maupun barisan pengawal. Ekspresi tenang dan senyum tipis tampak saat menggenggam tangan Putri Ameerah.
Momen tersebut terjadi pada upacara kelulusan Putri Ameerah Wardatul Bolkiah. Di acara itu, Sultan memilih hadir sebagai ayah, bukan sebagai kepala negara.
Sebagai penguasa Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah dikenal memiliki Istana Nurul Iman dengan 1.788 kamar dan koleksi lebih dari 7.000 mobil mewah. Namun pada hari kelulusan putrinya, ia tampak mengesampingkan atribut kerajaan.
Pengamat menilai momen ini menunjukkan sisi personal Sultan di ruang publik. Penampilannya yang bersahaja dinilai menjadi simbol bahwa di momen keluarga, peran sebagai orang tua lebih diutamakan dibanding status dan kekuasaan.
Putri Ameerah Wardatul Bolkiah sendiri tampil dengan toga dan selempang kelulusan. Kehadiran sang ayah dinilai menjadi bentuk dukungan penuh di hari penting tersebut.
Kejadian ini memicu diskusi di media sosial tentang makna kesederhanaan di tengah kemewahan dan kekuasaan. Banyak warganet menilai tindakan Sultan sebagai contoh bagaimana seorang pemimpin dapat “menanggalkan atribut” untuk hadir sepenuhnya sebagai ayah.
Social Header