Workshop ini menekankan cara untuk mendengarkan apa yang sedang dirasakan oleh hati. Pendekatan ini juga relevan bagi banyak orang karena peserta tidak perlu bisa menggambar, serta tidak ada “arti warna yang benar atau salah”—semuanya berangkat dari pengalaman masing-masing, sehingga meminimalkan rasa canggung dan meningkatkan keterbukaan. kehadiran Ellen Patricia sebagai fasilitator konseling menambah daya tarik bagi publik yang mencari ruang dukungan psikologis yang praktis dan mudah diikuti.
Dengan lokasi kegiatan di Denpasar membuat peserta dari wilayah sekitar lebih mudah hadir, sementara tema “mendengarkan hati” menyasar kebutuhan emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini dipertegas dengan keunikan peserta diajak merespons perasaan melalui media warna, bukan lewat percakapan langsung atau latihan yang rumit. Langkah refleksi yang ditawarkan—“Apa yang sebenarnya sedang dirasakan oleh hatiku akhir-akhir ini?”—membawa suasana lebih personal dan terasa membumi.
Terakhir, workshop ini juga penting karena diposisikan sebagai langkah awal dari perjalanan yang lebih dalam untuk mengenal & mendukung diri. Di dalam sesi, peserta akan mendapatkan lingkungan yang kondusif untuk mendengarkan diri, aktivitas menggambar & mewarnai sederhana (dengan panduan), waktu refleksi pribadi, serta sharing dalam kelompok kecil bagi yang bersedia, dengan fasilitasi dari para fasilitator workshop. Istimewa
Social Header