
(Foto: Kombes Antonius dan Yastini di workshop KPAD Bali)
Denpasar Bali 13/11/2025, MedanPers. Id
Densus 88 Mabes Polri dan BNPT selamatkan 110 anak dari 25 provinsi, termasuk dua bocah Bali usia 13-14 tahun, yang terpapar radikalisme lewat grup WhatsApp. Pengelola grup, 5 dewasa, kini tersangka.Kasatgaswil Bali Densus 88, Kombes Pol Antonius Agus Rahmanto, ungkap kasus di workshop KPAD Bali, Denpasar, Kamis (11/12). "Indikator awal tak boleh diremehkan. Anak-anak ini sudah punya niat serius," tegasnya.Grup WA itu penuh doktrin provokatif menuju jaringan teroris. Pola radikalisasi mirip kasus SMA 72 Jakarta: korban bullying, antisosial, kurang perhatian keluarga. 

Anak cari info di medsos, terseret ke grup privat."Itu alarm bahaya," kata Antonius. Anak-anak dianggap korban UU Terorisme, dapat deradikalisasi dan rehabilitasi. Ketua KPAD Bali Ni Luh Gede Yastini:
"Pendampingan ke anak dan keluarga, fokus kebhinekaan dan anti-kekerasan."Densus 88 susun sistem respons cepat bareng sekolah, desa adat, dan psikolog.
Social Header