Breaking News

Macron Sebut Klaim Kebebasan Berpendapat Media Sosial "Omong Kosong Belaka"



Paris -19/2/2026,MedanPers.Id
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut pembelaan kebebasan berpendapat oleh platform media sosial sebagai "omong kosong belaka" selama kunjungan resminya ke India. 

Pernyataan ini disampaikan Macron dalam konteks kritik terhadap algoritma yang mengarahkan pengguna ke konten ujaran kebencian tanpa transparansi.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip dalam diskusi terkini, Macron menegaskan bahwa klaim kebebasan berpendapat tidak berdasar jika pengguna tidak memahami bagaimana algoritma memengaruhi apa yang mereka lihat. 

Pernyataan ini secara langsung menantang kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang pada Desember lalu memberlakukan larangan visa terhadap pejabat Uni Eropa atas tuduhan "sensus ekstrateritorial".
Regulasi Ketat untuk Anak di Bawah UmurPrancis sedang mempercepat RUU yang melarang akses media sosial bagi pengguna di bawah 15 tahun, dengan target pemberlakuan pada awal 2026. Macron memuji India karena "bergabung dalam gerakan" serupa untuk melindungi generasi muda dari dampak adiktif dan berbahaya platform seperti Instagram, TikTok, dan X.

Macron menekankan perlunya algoritma yang transparan: "Beberapa mengklaim mendukung kebebasan berpendapat, tapi kami mendukung algoritma bebas—sepenuhnya transparan." Ia menambahkan bahwa kebebasan berpendapat menjadi "omong kosong" jika pengguna dibimbing ke ujaran kebencian.

Respons Global dan KritikLangkah Prancis ini sejalan dengan upaya negara lain seperti Australia, Inggris, dan Jerman yang membatasi akses anak muda terhadap media sosial karena kekhawatiran kesehatan mental. Namun, kebijakan ini menuai kritik dari pendukung kebebasan berpendapat, termasuk dari kalangan di AS yang melihatnya sebagai bentuk sensor.

Pernyataan Macron datang di tengah ketegangan geopolitik, di mana Washington menentang regulasi UE yang dianggap mengganggu operasi platform AS. Prancis berencana membangun koalisi Eropa untuk memperkuat aturan serupa.

Elon Musk belum memberikan reaksi publik yang eksplisit atau detail terhadap pernyataan terbaru Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai "omong kosong belaka" kebebasan berpendapat di media sosial selama kunjungan ke India.

Respons Musk di Pertemuan SebelumnyaPada Oktober 2025 di Paris Peace Forum, Macron mengkritik platform X milik Musk karena disebut menyebarkan konten sayap kanan dan meninggalkan netralitas informasi. Musk membalas cepat di X: "Freedom of speech means allowing voices you dislike. Censorship is the enemy of democracy," yang mendapat jutaan like dan share.

Pola respons Musk terhadap kritik serupa dari Macron atau regulator Eropa biasanya singkat dan defensif, menekankan kebebasan berpendapat absolut tanpa sensor pemerintah.

Konteks TerkiniPernyataan Macron pada 18 Februari 2026 menantang kebijakan Trump soal sensor, dengan Prancis mendorong larangan medsos untuk anak di bawah 15 tahun. Belum ada posting X baru dari Musk soal ini per 19 Februari 2026, tapi diskusi di Reddit dan media sosial memprediksi balasan Musk yang mirUp. 

© Copyright 2022 - MEDAN PERS