Breaking News

Panji Baru Bersuara  "Apa pun yang gua katakan, orang nggak bisa marah, kan menurut keyakinan saya, Satire"

Jakarta, 8/1/2026, MedanPers. Id

Pandji Pragiwaksono Baru 'Bersuara' Kritik Gibran di Mens Rea: Alasan Strategis sebagai Closing Materi PolitikKomika Pandji Pragiwaksono menuai sorotan setelah special show stand-up comedy-nya 
berjudul Mens Rea yang tayang di Netflix pada 27 Desember 2025, di mana ia secara eksplisit menyindir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk menyebut ekspresi matanya seperti "orang ngantuk" akibat ptosis.

Kritik ini menjadi viral awal 2026, memicu perdebatan soal batas satire politik versus penghinaan pribadi, dengan respons simbolis dari Gibran yang menggunakan lagu Pandji di Instagram.

Latar Belakang KritikPandji menjadikan Gibran sebagai penutup (closing) materi satirnya yang mengkritik isu besar seperti polisi membunuh, tentara berpolitik, presiden memaafkan koruptor, dan diakhiri "wakil presiden kita Gibran".

 Ia juga roasting fisik Gibran dengan nada satir: "Ganjar ganteng ya, Anies manis ya, Prabowo gemoy ya, Gibran ngantuk ya?"
Pandji sebelumnya jarang menyorot Gibran secara frontal; kritik ini muncul di show terbarunya setelah Gibran menjabat Wapres sejak 2024.

Alasan 'Baru Bersuara' SekarangPandji sengaja memposisikan Gibran sebagai punchline terkuat untuk efek maksimal dalam struktur stand-up, bukan karena kebencian pribadi, melainkan untuk menyampaikan kegelisahan publik soal dinasti politik dan putusan MK yang kontroversial.
 Sebelum rilis, Pandji bocorkan kepada Tretan Muslim bahwa pilihan ini untuk klimaks satir, di tengah kondisi politik pasca-pemilu 2024 yang kian memanas.
 Show ini tayang akhir 2025, sehingga "baru bersuara" terasa aktual di Januari 2026 saat viral.

Respons Publik dan GibranKritik Pandji dikecam Tompi sebagai body shaming medis (ptosis), meski Tompi setuju dengan kritik politik keseluruhan.
Gibran balas halus dengan unggah video kunjungan studio film menggunakan lagu "Lagu Melayu" milik Pandji, dianggap respons santai tanpa konfrontasi langsung.
 Mahfud MD bela Pandji, sebut tak pidana karena satire.
Implikasi bagi Kebebasan BerekspresiKontroversi ini picu diskusi etika komedi politik di Indonesia, di mana satire boleh tapi batas pribadi dipertanyakan, terutama terhadap pejabat tinggi.
 Pandji tegas: 
"Apa pun yang gua katakan, orang nggak bisa marah, kan menurut keyakinan saya.
© Copyright 2022 - MEDAN PERS