Breaking News

Ekspor Batu Bara Indonesia Minus 20,27%  Januari-November 2025


Bali 8/1/2026, MedanPers. Id

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekspor batu bara Indonesia mengalami penurunan sebesar 20,27% pada Januari-November 2025, menjadi US$22,17 miliar atau sekitar Rp371,3 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh susutnya pengiriman batu bara secara volume sebesar 3,9% ke level 354,64 juta ton.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan bahwa penurunan ekspor batu bara ini sejalan dengan koreksi ekspor bahan bakar mineral ke China dan India. Ekspor bahan bakar mineral ke China anjlok 27,18% menjadi US$9,16 miliar, sedangkan ekspor ke India susut 24,70% ke level US$4,89 miliar.

Namun, kinerja ekspor komoditas nonmigas unggulan Indonesia lainnya seperti besi dan baja serta CPO dan turunannya mencatatkan penguatan. Ekspor besi dan baja lompat 9,12% ke level US$25,57 miliar, sedangkan ekspor CPO dan turunannya melonjak 19,15% ke level US$21,63 miliar.

Secara keseluruhan, BPS melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 tercatat mengalami surplus sebesar US$2,66 miliar, lebih rendah dari proyeksi konsensus pasar yang memperkirakan surplus US$3,06 miliar.

Kinerja Ekspor Batu Bara:

- Penurunan ekspor batu bara: 20,27%
- Nilai ekspor batu bara: US$22,17 miliar
- Volume ekspor batu bara: 354,64 juta ton
- Penurunan volume ekspor batu bara: 3,9%

Kinerja Ekspor Nonmigas:

- Ekspor besi dan baja: +9,12% ke US$25,57 miliar
- Ekspor CPO dan turunannya: +19,15% ke US$21,63 miliar

Neraca Perdagangan:

- Surplus neraca perdagangan: US$2,66 miliar
- Surplus komoditas nonmigas: US$4,64 miliar
- Defisit komoditas migas: US$1,81 miliar 
© Copyright 2022 - MEDAN PERS