
Banda Aceh, 26 Desember 2025 , MedanPers. Id
Tsunami Aceh 2004 menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dalam mengelola bencana besar.
Diplomat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Munawar Liza menilai, keberhasilan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias patut dijadikan blueprint untuk pemulihan wilayah Aceh pascabencana banjir terkini."Tsunami Aceh di penghujung 2004 memaksa pemerintah mengerahkan semua potensi, termasuk Komando Satuan Tugas Bantuan TNI yang dipimpin Jenderal Bambang Darmono untuk penanggulangan bencana," ujar Munawar Liza dalam pernyataannya, Jumat (26/12).
Bantuan asing pun dikoordinasikan melalui satgas tersebut, memastikan distribusi efektif.Puncaknya, pada 16 April 2005, Presiden SBY mengeluarkan Perpu Nomor 2 Tahun 2005 yang kemudian menjadi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2005. Ini membentuk BRR Aceh-Nias, diikuti Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2005 yang mengatur organisasi, tata kerja, dan keuangan lembaga tersebut.
BRR beroperasi hingga akhir masa tugasnya, berhasil membangun infrastruktur vital dan sumber daya manusia (SDM).Menurut Munawar, BRR tak hanya untungkan rakyat Aceh dan Nias, tapi juga negara secara keseluruhan. "Semua bantuan terkoordinasi rapi.
Banyak kantor instansi vertikal seperti Kejaksaan Tinggi, Markas Polda, serta bangunan batalyon dan kompi TNI-Polri dibangun di Aceh," katanya.
Ia menambahkan manfaat lain: ribuan SDM Aceh yang berpengalaman menjadi 'lokomotif pembangunan' di daerah asal, bahkan melahirkan menteri dan pejabat tinggi di kementerian pusat. Ada pula informasi bahwa BRR memfasilitasi pengadaan alutsista, penyerahan aset triliunan rupiah ke pemerintah pusat dan daerah, serta bantuan internasional untuk good governance di Indonesia.
Pascabanjir melanda Aceh belakangan ini, Munawar mendesak pemerintah bentuk lembaga serupa BRR. "Aceh akan pulih cepat jika ada 'pintu tunggal' mengelola bantuan domestik dan internasional, mencegah tumpang tindih seperti pengalaman masa lalu," tegasnya.
Hingga kini, banjir di Aceh telah menewaskan puluhan jiwa dan merusak infrastruktur luas, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah pusat telah mengirim tim satgas, tapi belum ada pengumuman lembaga khusus seperti BRR.
Social Header