Breaking News

Muhammadiyah Ultimatum Prabowo: Status Bencana Nasional atau Hadapi Gugatan Class Action!


JAKARTA 19/12/2025, MedanPers. Id
 Ledakan amarah Muhammadiyah mengguncang Istana: Presiden Prabowo Subianto dihadang ultimatum keras—tetapkan banjir bandang Sumatra sebagai Bencana Nasional sekarang juga, atau siap digugat ke MK via class action.

 LBH Advokasi Publik PP Muhammadiyah tak main-main, ancam konsolidasi nasional jika desakan rakyat diinjak.
 Korban jiwa tembus 1.068 per 18 Desember, tapi pemerintah pusat masih acuh dengan status "Tanggap Darurat Provinsi" yang diklaim cukup.

Lapangan Neraka: Korban Bertumpuk, Akses PutusBencana hidrometeorologi ganas lumpuhkan Aceh (456 tewas), Sumut (366 jiwa), Sumbar (246 korban)—total 1.068 meninggal, ratusan hilang, ribuan luka, infrastruktur hancur.

 Banjir rendam sawah hektaran, longsor susulan putus jalan Karo-Deli Serdang, warga pelosok jerit logistik tak sampai. BNPB Sudirman turun lapangan, tapi alat berat langka, evakuasi mandek—pemerintah berdalih provinsi cukup tangani.
Serang MBG: Janji Kampanye Rampas Dana DaruratIkhwan Fahrojih gebuk keras: alihkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk evakuasi, ini "bencana ekologi" gara-gara kebijakan gagal dan pengawasan abai.

 Guru Besar UGM dan Ketua Komisi V DPR dukung: sisa MBG tak terserap (Rp375T direncanakan 2026) pindah ke Sumatra, jangan endap sia-sia.
 Menkeu siapkan Rp60T efisiensi APBN 2026 untuk pemulihan, tapi DPR desak DSP realokasi akhir 2025.
Parlemen Bergolak, Koalisi LSM Siaga GugatKomisi VIII DPR somasi pemerintah percepat DSP, koalisi LSM lingkungan bentuk "Posko Kawal Gugatan" akhir pekan—dukung Muhammadiyah penuh.

 Prabowo sudah tinjau lapangan awal Desember, arahan perbaiki jembatan dan kesehatan, tapi nol keputusan nasional hingga kini.
 Dilema triliunan: MBG politik vs nyawa rakyat—Prabowo pilih mana?
© Copyright 2022 - MEDAN PERS